Showing posts with label Medis. Show all posts
Showing posts with label Medis. Show all posts

Friday, August 2, 2013

Parah! Ini Jadinya Kalau Lidah Terjepit Mulut Botol ! KO BISA yaaahhh ??


Botol minum yang terbuat dari besi memang trendi dengan warna-warninya yang menarik. Namun kalau tidak hati-hati, botol ini bisa mencelakai orang yang minum air di dalamnya. Lidah terjepit dan harus mendapat pertolongan gawat darurat.



Kasus terbaru menimpa Mary Kate Person, gadis cilik asal Philadelphia. Lidahnya terjepit saat minum air dari botol besi dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan gawat darurat.

  Bila tidak segera mendapat pertolongan, salah satu risikonya adalah penyumbatan saluran napas. Lidah yang terjepit akan membengkak dan berisiko menghalangi jalan napas sehingga korban bisa tersedak.

Risiko lainnya adalah kematian jaringan pada lidah. Jika hal ini terjadi, bisa-bisa korban kehilangan kemampuan berbicara dengna normal karena lidahnya harus diamputasi.

Mary bukan yang pertama mengalami lidah terjepit mulut botol. Sebelumnya, seorang bocah laki-laki di north Carolina juga mengalami isiden serupa. Jayla Small (8 tahun) asal Georgia juga pernah mengalami lidah terjepit saat minum dari botol besi. Ia mengalaminya saat sedang latihan cheersleader, lalu harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. 

 Parah! Ini Jadinya Kalau Lidah Terjepit Mulut Botol ! KO BISA yaaahhh ??
sumber | wowunic.blogspot.com | http://health.detik.com/readfoto/2013/01/10/141217/2138422/1406/parah-ini-jadinya-kalau-lidah-terjepit-mulut-botol

Wednesday, July 17, 2013

Ternyata Hidung Memberi Tanda Saat Berbohong


Ketika Pinokio berbohong, hidungnya memanjang. Mirip seperti Pinokio, ketika kita berbohong, hidung kita juga memberi tanda. Demikian menurut penelitian terbaru.

Namun, berbeda dengan Pinokio, hidung akan memanas dan bukan memanjang saat Anda mengatakan kebohongan. Peneliti psikologi dari University of Granada di Spanyol menggunakan termografi untuk mempelajari temperatur wajah seseorang dalam percobaan.





Mereka menemukan peningkatan suhu di sekitar hidung dan di otot orbital di sudut bagian dalam mata saat seseorang berbohong. Mereka juga menemukan bahwa temperatur wajah menurun untuk orang-orang yang melakukan tugas mental yang sulit dan meningkat untuk orang-orang yang mengalami kecemasan tinggi.

Para peneliti mengatakan, efek ini mungkin berhubungan dengan insula, bagian  otak yang terlibat dalam kesadaran serta deteksi dan pengaturan suhu tubuh. Berbohong meningkatkan aktivitas pada bagian ini, menurut tim peneliti.

Termografi dapat digunakan untuk mempelajari keadaan emosional atau fisiologis yang dimanifestasikan melalui suhu tubuh, seperti rangsangan seksual, yang memanaskan area dada dan alat kelamin, dan bahkan empati.

Para peneliti mengatakan bahwa ketika orang yang sangat berempati melihat orang lain tersengat listrik pada bagian siku lengannya, mereka mengalami peningkatan temperatur pada bagian lengan seolah-olah merasakan sakit yang dialami orang lain itu.

Faktanya, penelitian terakhir menunjukkan bahwa sentuhan yang dilakukan pria terhadap wanita heteroseksual meningkatkan temperatur kulit, khususnya di wajah dan dada. Penelitian tersebut, yang dipublikasikan di jurnal “Biology Letters” pada 30 Mei, menunjukkan perubahan temperatur kulit dapat membantu meneliti masalah nafsu.


Selain mendeteksi emosi, kamera termal bisa mendeteksi orang yang sedang mabuk, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “International Journal of Electronic Security and Digital Forensics” tahun ini.
Dalam penelitian tersebut, para peneliti di University of Patras di Yunani meminta 20 peserta yang sehat untuk meminum segelas bir setiap 20 menit, total empat kali minum. Setelah semua peserta minum, para peneliti mengambil gambar inframerah wajah mereka. Tim menemukan bahwa peserta yang mabuk, bagian hidung dan mulut mereka pada umumnya lebih panas dibandingkan dengan dahi.

Penelitian baru yang diberi nama “Pinokio effect”itu  adalah bagian dari tesis doktoral dan belum dipublikasikan dalam jurnal ilmiah.


sumber (edan77.blogspot.com) :http://unik-aneh.lintas.me/go/unic29.com/seperti-pinokio-hidung-anda-memberi-tanda-saat-berbohong/

Percaya Ramalan, Garis di Telapak Tangan Pun Diperbaiki Lewat Operasi

Ramalan garis tangan atau disebut juga palmistry cukup populer di banyak negara termasuk Jepang dan Korea. Dengan kemajuan teknologi, ramalan negatif pun bisa diubah dengan cara memperbaiki garis tangan lewat operasi telapak tangan.


                      

Di Jepang, palmistry cukup digemari dan orang rela mengeluarkan banyak uang untuk membaca garis tangannya. Seorang peramal cukup melihat garis-garis berpola yang terbentuk di telapak tangan, lalu dari situ ia akan meneropong masa depan orang yang diramalnya.

Ramalan yang terbaca tidak selalu enak didengar, kadang-kadang ada juga ramalan negatif. Siapapun tentu ingin mendengar ramalan yang baik agar lebih tenang menghadapi masa depan, sedangkan ramalan negatif cenderung dijauhi karena membuat orang patah semangat.

Di masa lalu, ramalan garis tangan dipercaya sebagai takdir. Sulit diubah jika tidak dengan usaha dan mungkin doa bagi yang percaya. Namun sekarang, kemajuan teknologi membuat hasil ramalan garis tangan menjadi begitu mudah untuk dimanipulasi.

Melalui bedah kosmetik, pola-pola yang terbentuk oleh garis tangan bisa diperbaiki agar peramal bisa membaca masa depan yang lebih positif dari telapak tangan seseorang. Operasi semacam itu mulai populer dan orang Jepang banyak yang melakukannya baik di Jepang maupun di Korea.

Sebuah laporan di The Daily Beast menunjukkan antara Januari 2011 hingga Mei 2013, di Jepang sedikitnya sudah ada 37 operasi bedah plastik yang dilakukan untuk memperbaiki garis di telapak tangan. Salah seorang dokter yang menanganinya adalah Dr Matsuoka.

"Jika anda ingin membentuk garis tangan dengan laser, pasti sembuh dan tidak menyisakan bekas luka," kata Dr Matsuoka yang telah menangani 20 operasi perbaikan garis tangan, seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (16/7/2013).

Menurut Dr Matsuoka, garis tangan harus dibentuk dengan pisau bedah elektrik dan goresannya harus dibuat agak bergetar. Pisau bedah biasa menghasilkan garis yang terlalu lurus, sementara garis tangan yang asli tidak pernag benar-benar rapi.

Prosedur memperbaiki garis tangan biasanya memakan waktu antara 10-15 menit untuk sekitar 5-10 garis. Pengerjaannya cepat, namun masa pemulihannya cukup lama yakni sebulan.

Dengan spidol atau pena, pasien juga bisa menandai sendiri garis mana yang akan diperbaiki. Anda berminat?



(up/vit)



sumber | edan77.blogspot.com | http://health.detik.com/read/2013/07/16/095758/2303829/763/percaya-ramalan-garis-di-telapak-tangan-pun-diperbaiki-lewat-operasi?l992205755

Tuesday, July 16, 2013

Bayi ini adalah Bayi Pertama di Dunia yang Hidup dengan Jantung Bertenaga Baterai

Blair Fulton terlahir dengan kelainan jantung, yang membuatnya sudah mengalami serangan jantung saat usianya baru beberapa menit. Beruntung, kini ia bisa terus hidup berkat jantung buatan bertenaga baterai.


                    

Perjuangan hidup Blair dimulai setelah ia dilahirkan di Wishaw General Hospital, ­Lanarkshire, Skotlandia, pada November 2011 lalu. Setelah dilahirkan, ia harus berada selama 9 hari di rumah sakit, karena kondisi yang lemah.

"Kami tidak bisa percaya ketika mereka mengatakan dia telah mengalami serangan jantung ketika berusia beberapa menit," ujar ibunya, Sharon (33), seperti dilansir Mirror, Senin (15/7/2013).

Blair harus mengonsumsi berbagai obat-obatan, tetapi kondisinya semakin memburuk selama tahun pertama kehidupannya. Gadis kecil itu didiagnosis cardiomyopathy, kondisi yang melemahkan otot-otot jantungnya.

Ia dirujuk ke Freeman Hospital di Newcastle, di mana tes menegaskan bahwa jantungnya rusak parah dan harus bergabung dalam daftar tunggu untuk mendapatkan transplantasi. Namun kondisinya terus memburuk.

"Dia berhenti bernapas. Tubuhnya membiru sehingga kami menelepon ambulans," terang sang ayah, Fraser (35).

Tubuh Blair sangat lemah, sehingga dokter memutuskan satu-satunya pilihan adalah Berlin Heart, yakni perangkat miniatur pompa jantung eksternal yang bekerja dengan tenaga baterai.

Berlin Heart adalah jantung buatan yang terdiri dari driving unit, selang udara dan pompa bilik. Ruang pemompaan berada di luar tubuh. Udara dipompa dari driving unit ke ruang pemompaan. Darah ditarik dari tubuh ke dalam kamar, lalu didorong kembali ke jantung dan putaran tubuh. Tabung dari Berlin Heart masuk ke tubuh, mem-bypass organ, dan melakukan pekerjaan jantung.

Blair membutuhkan tabung oksigen untuk membantunya bernapas. Simon Haynes, konsultan perawatan intensif anak, mengatakan Blair adalah anak pertama di dunia yang menerima ventrikel Berlin Heart.

Pompa yang memiliki kapasitas satu sendok makan darah ini dibuat untuk Blair di Jerman dan merupakan salah satu yang terkecil yang pernah digunakan. Namun dokter memperingatkan, bahwa jantung buatan ini hanya dapat digunakan selama enam bulan, dan Blair tetap membutuhkan transplantasi jantung untuk dapat melanjutkan hidupnya.

Hebatnya, 10 hari setelah Berlin Heart cocok dengan tubuh Blair, ia mendapatkan donor jantung. Kini 8 minggu setelah menjadi transplantasi, Blair dapat kembali ke rumah dan menunjukkan kemajuan yang baik.

"Blair bahkan belum berusia 2 tahun, tapi ia telah melalui hal-hal yang dilalui orang dalam seumur hidupnya. Dia begitu terpuruk, kami hampir kehilangan dia beberapa kali. Tapi jantung buatan menyelamatkan hidupnya. Dan setelah ia mendapatkan transplantasi jantung, seluruh hidup kami telah berubah. Kami bersyukur setiap detik setiap hari," tutup ibunya.




(mer/vit)



sumber | edan77.blogspot.com | http://health.detik.com/read/2013/07/15/145736/2303096/1202/blair-bayi-pertama-di-dunia-yang-hidup-dengan-jantung-bertenaga-baterai?l991101755

Lakukan Sit Up Tanpa Kaki Ditahan untuk Mempercepat Ratakan Perut..!!


Dibandingkan bagian tubuh yang lain, perut termasuk paling sulit dibentuk. Sekali membuncit, butuh usaha keras untuk meratakannya kembali. Menurut penelitian, cara paling cepat untuk meratakan perut adalah sit up tanpa kaki ditahan.

Selama ini, sit up dianggap sebagai olahraga perut yang paling menyiksa. Bukan hanya berat untuk dilakukan, gerakan ini juga seringkali memicu nyeri punggung. Namun yang paling dikeluhkan adalah, hasilnya tidak sebanding dengan penderitaannya.

Oleh karenanya, banyak orang mulai beralih dari sit up ke gerakan lain seperti crunch. Gerakan ini tidak seberat sit up, namun dianggap lebih efektif dalam arti hasilnya sebanding dengan nyeri dan pegal-pegal yang tidak seberapa dibanding sit up.

Kembali lagi soal sit up, penelitian terbaru di Journal of Strength and Conditioning Research menunjukkan bahwa sit up sering menjadi tidak efektif karena cara melakukannya salah. Jika kebanyakan orang melakukannya dengan kaki ditahan, maka seharusnya tidak perlu ditahan.




Menahan kaki saat melakukan sit up, baik dengan cara dipegangi orang lain maupun dengan mengaitkannya pada benda yang diam memang memudahkan gerakan. Namun menurut penelitian tersebut, menahan kaki justru membuat gerakan sit up jadi tidak efektif.

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan melibatkan sejumlah tentara nasional Inggris. Sebagian diminta melakukan sit up selama 2 menit dengan kaki ditahan, sebaghian lagi melakukan sit up dalam waktu yang sama namun kakinya dibiarkan tidak ditahan.

Para ilmuwan lalu mengamati aktivitas otot-otot yang terlibat dalam gerakan sit up. Hasil pengamatan menunjukkan, aktivitas otot perut tampak lebih tinggi pada partisipan yang melakukan sit up tanpa kaki ditahan dan itu juga berarti lebih cepat meratakan perut.

Lebih dari itu, melakukan sit up tanpa kaki ditahan diklaim bisa mengurangi tekanan pada punggung bagian bawah. Dikutip dari MensHealth, Senin (10/12/2012), hal ini akan mengurangi risiko nyeri punggung seperti yang banyak dikeluhkan saat sit up.



sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/10/070654/2113589/766/ingin-cepat-ratakan-perut-lakukan-sit-up-tanpa-kaki-ditahan?991104topnews

Hati-Hati Gan...Jangan Makan Apel dengan Bijinya, BAHAYA..!!


Sebagian ahli gizi merekomendasikan agar apel dimakan bersama dengan kulitnya supaya manfaat seratnya bisa didapatkan. Meski begitu, jangan makan apel bersama dengan bijinya.

Biji apel mengandung zat amigdalin yang di dalam organ pencernaan bisa diubah menjadi hidrogen sianida yang beracun. Namun, kalau hanya mengonsumsi satu buah apel tentu efek toksin dari biji tersebut sangat kecil.

Apel bukanlah satu-satunya buah yang mengandung amigladin. Buah lainnya antara lain aprikot, peach, plum, almond, dan quince. Kadar amigdalin dalam apel tergolong kecil dan bijinya harus dikunyah dengan baik baru zat tersebut keluar.

Amigdalin adalah toksin glikosida yang jika digabung dengan enzim pencernaan menghasilkan hidrogen sianida, racun yang sama dengan yang disebut Cylon B. Racun tersebut juga dipakai untuk pembunuhan massal di kamp konsentrasi saat Perang Dunia II.

Meski begitu, buah atau biji buah yang mengandung amigdalin bisa diproses untuk menghilangkan zat beracunnya. Contohnya adalah singkong yang kandungan cyanogen-nya sangat tinggi, tetapi bisa diolah menjadi tepung tapioka. Pemasakan juga membuat cyanogen dalam singkong menjadi tidak berbahaya. Racun dalam kacang almond juga bisa dihilangkan dengan proses sedemikian rupa.

Amigdalin yang sudah diubah menjadi hidrogen sianida bisa berbahaya karena ia akan mengurangi kemampuan sel darah merah membawa oksigen. Meski dalam jumlah kecil tubuh bisa membuang hidrogen sianida, dalam jumlah besar, itu bisa berakibat fatal.

Seseorang yang keracunan hidrogen sianida akan mengalami gejala gemetar, lemas, mual, muntah, detak jantung berdebar cepat, dan sakit kepala. Dalam jumlah besar, hidrogen sianida akan menyebabkan sesak napas, koma, gagal napas, tekanan darah rendah, kerusakan paru, bahkan kematian.

Tetapi, tak perlu khawatir karena memakan satu buah apel utuh bersama bijinya tak akan membuat kita keracunan. Permukaan biji yang keras menjaga agar racun tetap berada di dalam biji dan bisa melewati organ pencernaan secara utuh.

Karena itu, jangan pernah menggigit biji apel. Jika ingin lebih aman, buanglah biji apel sebelum dikonsumsi, terlebih untuk anak yang kadar toleransi tubuhnya terhadap amigdalin masih rendah. Buang juga biji apel sebelum apel diblender atau dibuat jus, dibuat selai, atau sirup.



sumber | edan77.blogspot.com | http://science.lintas.me/go/gaptekupdate.com/jangan-makan-apel-bersama-bijinya

Monday, July 15, 2013

dr Inda Mutiara, Dokter Teladan Cantik Sahabat Kupu-kupu Malam



jeliacov.jpg


Sebagai tenaga medis penyakit menular seperti HIV/AIDS, dr Inda Mutiara punya tanggung jawab besar menangani pasien dari kalangan kupu-kupu malam. Namun mereka tak hanya dianggap pasien, tapi juga sahabat.

dr Inda Mutiara (43) sudah 9 tahun bekerja di Klinik Jelia, Mangga Besar, Jakarta Barat. Setiap hari, dia menangani puluhan pasien umum dan pekerja seks -- yang disebutnya dengan istilah 'wanita pekerja susila tidak langsung' (WPSTL) -- yang mempunyai risiko penyakit menular.

Meski begitu, wanita kelahiran 17 April 1969 ini tak pernah mengeluhkan pekerjaannya. Dia menikmati setiap pertemuan dengan para pasien, dari kalangan mana pun.

"Pasien-pasien kita ini kadang saya jadikan sahabat," ujar Inda saat ditemui detikcom di kantornya, Senin (10/12/2012).

Lulusan Fakultas Kedokteran Trisakti tahun 86 ini menyabet gelar dokter teladan se-Jakarta Barat tahun 2012 atas kepeduliannya di dunia kesehatan. Tak hanya melakukan pengobatan, Inda juga kerap mendengar keluh kesah para pasien. Sebagian dari mereka juga kadang bercerita soal pekerjaannya.




"Pekerjaan mereka sendiri kan sensitif yaitu pekerjaan berisiko dan bisa menambah wawasan kita bagaimana menghadapi pasien-pasien seperti itu," terangnya.

Kini, ibu dua anak tersebut punya harapan tersendiri soal pencegahan HIV/AIDS di Jakarta. "Kalau sosialisai pemahaman ini sudah merata saya rasa tidak ada lagi penularan seksual ini. Soalnya, kalau penyakit seksual rendah saya rasa nggak ada penyakit HIV. Karena itu pintu masuknya," imbuh dokter yang sangat suka jalan-jalan ini.


sumber (edan77.blogspot.com) :http://news.detik.com/read/2012/12/11/070532/2114811/608/dr-inda-mutiara-dokter-teladan-cantik-sahabat-kupu-kupu-malam?9911012

Agar Rajin Bangun dan Olahraga Pagi, Ini Triknya


Berolahraga di pagi hari terbukti tak hanya menyenangkan tapi juga akan menambah energi Anda untuk beraktivitas seharian. Nah bagaimana agar rajin bangun dan olahraga pagi secara rutin?

"Orang-orang yang rajin bangun pagi cenderung lebih konsisten berolahraga di pagi hari karena mereka tak banyak menemui hambatan untuk beraktivitas di pagi hari ketimbang di sore hari," ungkap Chris Freytag, seorang pakar kebugaran dan anggota American Council on Exercise.



Tapi jika keduanya masih terasa sulit bagi Anda, simak saja 7 trik yang dikutip dari huffingtonpost, Selasa (11/12/2012) berikut ini.

1. Buat jadwal yang spesifik
"Jangan cuma bilang, 'Saya akan berolahraga besok pagi.' Buatlah rencana yang terorganisir dan tentukan juga olahraga macam apa yang akan Anda lakukan saat itu," saran Patricia Friberg, seorang personal trainer bersertifikat.

Anda bisa membuat jadwal mingguannya di hari Minggu atau hari libur. Misalnya jika Anda harus ada di kantor pagi-pagi untuk meeting, mungkin olahraga di rumah saja selama 15 menit saja sudah dirasa cukup. Cara ini juga dapat memastikan keseimbangan kesehatan kardio dan kekuatan harian Anda.

2. Minumlah air putih
Kopi seringkali digunakan orang untuk membuatnya terbangun di pagi hari tapi sebenarnya ini bukanlah pilihan terbaik untuk meningkatkan energi, terutama jika Anda ingin berolahraga. "Tinggalkan kebiasaan itu dan beralihlah ke dua gelas air putih," saran seorang instruktur yoga bernama Tamal Dodge.

Pasalnya air putih membantu menetralkan tubuh dan memberikan energi yang bisa mempertahankan dan memotivasi Anda untuk menjalankan semua rutinitas di pagi hari, katanya.

3. Apresiasi diri
"Memberikan sesuatu pada diri Anda sebagai bentuk apresiasi, misalnya manicure atau membeli baju baru setiap dua minggu sekali dapat membantu memotivasi Anda agar tetap konsisten pada rutinitas latihan kebugaran," kata Freytag.

Freytag sendiri mengaku berjanji memberikan 'hadiah' untuk dirinya sendiri jika ia berhasil mencapai target jangka panjang dari latihan kebugaran yang dilakukannya. Menurutnya, hal ini akan terus membuatnya 'tergoda' untuk bangun pagi dan nge-gym. "Ini juga sama halnya dengan menciptakan persaingan kecil dengan diri Anda sendiri," terang Freytag.

4. Gunakan alarm suara alam
Alarm dari jam beker atau ponsel yang nyaring seringkali malah berakibat mengusik istirahat Anda. Akibatnya Anda pun jadi ogah-ogahan untuk bangun pagi. Alih-alih menggunakan keduanya, pakailah alarm yang memakai suara alam seperti suara burung atau deburan ombak.

Alarm semacam ini membantu memberitahukan pada Anda bahwa inilah saatnya untuk bangun dan secara perlahan-lahan mengembalikan kesadaran Anda sehingga suasana hati Anda menjadi baik dan siap berolahraga.

5. Tetap memakai piyama
Jika menurut Anda bangun pagi lalu mengendarai mobil ke gym atau memakai sneaker untuk jogging, lakukan saja di dalam rumah. Manfaatkan DVD aerobik atau jogging, cobalah jogging di dalam rumah atau tinggal nyalakan lagu-lagu kesukaan Anda dan bergoyanglah. Bahkan Anda bisa melakukannya di atas ranjang.

6. Tak perlu olahraga lama-lama
Tak ada yang mengatakan Anda harus berolahraga selama 30 menit atau lebih agar Anda bisa mendapatkan manfaatnya. Faktanya, banyak studi yang mengungkapkan semakin pendek durasi olahraga Anda maka manfaatnya justru semakin besar.

Yang penting kuncinya adalah pertahankan durasi itu dan kerahkan seluruh upaya Anda di sepanjang waktu itu. Anda bisa berolahraga hanya dalam waktu 7 atau 10 menit di pagi hari dan jika jadwal Anda memungkinkan, ulangi rutinitas itu di tengah hari atau malam hari.

7. Perhatikan detail
Tanpa disangka, mungkin ada hal-hal kecil yang Anda perlukan untuk mendorong Anda rajin berolahraga. Misalnya pakaian training berwarna cerah yang mungkin dapat membantu mendorong mood dan menginspirasi diri Anda untuk berolahraga lalu siapkan secangkir kopi di akhir sesi sebagai 'reward'.

Bisa juga dengan dibantu musik favorit Anda yang sengaja diatur untuk mengiringi rutinitas ini sepulang kerja atau saat berolahraga di rumah.

sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/11/065623/2114810/763/agar-rajin-bangun-dan-olahraga-pagi-ini-triknya?991104topnews

Duh Nakalnya! Belum Lahir Saja Bayi Ini Sudah Beri Salam Jari Tengah


Seorang anak biasanya mulai nakal di usia 2 atau 3 tahun. Tapi di London, seorang bayi atau lebih tepatnya janin sudah menampakkan kenakalan sejak masih berada dalam kandungan. Lewat gambar USG, ia memberikan salam jari tengah!

Pasangan Anne-Marie dan Ben Roland asal London Utara terkejut saat mendapati foto USG (Ultrasonografi) saat usia kandungannya memasuki pekan ke-28. Bagaimana tidak, si bayi tampak mengacungkan jari tengah seperti orang dewasa yang sedang marah-marah.

"Saya benar-benar terkejut ketika bayi itu mengacungkan jari tengahnya ke kami," kata Anne seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (10/12/2012).


Anne Marie and Ben Ronald's baby scan which showed their unborn baby makiing a rude one-finger gesture. The foetus was also captured yawning, crossing its arms in an X Factor shape and shadow boxing
Anne Marie and Ben Ronald's baby scan which showed their unborn baby makiing a rude one-finger gesture. The foetus was also captured yawning, crossing its arms in an X Factor shape and shadow boxing


Para petugas di Baby Scan Clinic yang melakukan pemindaian USG menangkap gambar si bayi dengan jari tengah teracung saat berusaha menggeser posisi tangan si bayi yang menutupi wajahnya. Seolah-olah, acungan jari tengah yang berarti marah itu menandakan si bayi merasa terganggu.

Sebelum terpindai dengan pose yang nakal seperti itu, tangan si bayi selalu menutupi wajahnya. Sesekali tampak menyilangkan tangan seperti X-Factor, lalu kali lain melayangkan tinju seolah-olah seperti seorang petarung yang sedang berada di ring tinju.



Ben and Anne-Marie Roland had the 3D scan taken at a clinic in Harley Street, London
Ben and Anne-Marie Roland had the 3D scan taken at a clinic in Harley Street, London

"Petugas sonografi berusaha menyingkirkan tangannya agar bisa melihat wajahnya dengan jelas. Lalu tiba-tiba kami melihat jari tengahnya mengacung seolah-olah bayi kami merasa jengkel pada para petugas sonografi yang mengganggunya," lanjut Anne.

Pemindaian USG sering dilakukan untuk melihat kondisi bayi sejak masih berada dalam kandungan. Banyak hal yang bisa diketahui dengan teknologi ini, mulai dari jenis kelamin si bayi hingga kelainan-kelainan yang jika ketahuan akan bisa diantisipasi lebih awal.

Teknologi 3 Dimensi dalam ultasonografi tidak hanya memberikan detail pemindaian pada bayi di dalam kandungan, tetapi juga punya manfaat lain. Kadang-kadang, gambar hasil pemindaian USG bisa menunjukkan bagaimana perasaan si bayi pada saat tersebut.

"Dalam hal ini, bayi kami seolah sedang mengatakan pada kami bahwa suasana hatinya sedang tidak baik," kata Anne.

Scan: Anne-Marie and Ben Ronald with a copy of the cheeky 3D image taken by medics at a private hospital
Scan: Anne-Marie and Ben Ronald with a copy of the cheeky 3D image taken by medics at a private hospital


 sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/10/092748/2113670/1300/duh-nakalnya-belum-lahir-saja-bayi-ini-sudah-beri-salam-jari-tengah%22

Mau Tau 10 Ciri Wanita Sempurna di Mata Pria Apa Aja...?


Bagi banyak pria, wanita sempurna itu identik dengan wanita yang memiliki tiga kombinasi luar biasa yaitu seksi, pintar dan lucu. Namun sebuah studi baru menemukan ada beberapa hal lain pada wanita yang dianggap lebih menarik oleh pria.

Dengan kata lain, studi itu mengungkapkan bahwa ternyata ciri wanita sempurna menurut pria itu tak sesederhana tiga hal di atas. Untuk itu, simak juga 10 ciri wanita sempurna menurut berbagai studi tentang preferensi pria seperti halnya dilansir dari menshealth, Senin (10/12/2012) berikut ini.

1. Si dia tetap tertawa, meski guyonan Anda tak lucu
Tim peneliti dari Kanada menemukan bahwa pria lebih tertarik pada wanita yang tetap menertawakan guyonannya meskipun itu tidak lucu. Hal yang sama juga diungkap survei yang digelar Men's Health. Pasalnya lebih dari 75 persen pembaca mengklaim bahwa selera humor adalah karakteristik terpenting yang harus dimiliki setiap wanita.

2. Suka tersenyum
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Emotion mengungkap pria menganggap seorang wanita menarik jika mereka suka tersenyum.

Kesimpulan itu diperoleh setelah peneliti meminta sejumlah partisipan pria dan wanita untuk menilai beberapa foto lawan jenis mereka. Di foto-foto itu ada yang tersenyum dan di foto lainnya beberapa orang tidak tersenyum sama sekali.

Uniknya, partisipan wanita lebih memilih foto pria yang menunjukkan ekspresi serius, sebaliknya pria lebih tertarik pada wanita yang memperlihatkan gigi lewat senyumannya.

3. Berdada besar
Pria memang menyukai payudara wanita tapi mereka lebih suka payudara yang besar. Sebuah studi pun menyimpulkan meski pria menikmati apapun yang mereka lihat, tapi payudara yang lebih besar mendapatkan skor daya tarik yang tertinggi dari para pria, terutama pria lajang.

4. Kaki jenjang
Berdasarkan data yang ditampilkan dalam pertemuan Human Behavior and Evolution Society, pria lebih memilih wanita yang kakinya lebih panjang atau jenjang. Untuk mendapatkan kesimpulan ini peneliti mengukur panjang kaki, tangan, paha dan lebar pinggang dari 60 wanita. Lalu setiap ukuran yang didapatkan peneliti dijadikan sebagai bahan perbandingan perbedaan tinggi pada setiap individu.

Dari situ peneliti memilih 8 wanita dengan tinggi badan terpendek dan 8 wanita terpanjang untuk membuat konstruksi bentuk wajahnya. Setelah itu, peneliti meminta 77 pria untuk menilai wajah wanita mana yang dianggap paling menarik. Hasilnya, pria 8 kali lebih cenderung memilih wanita yang berpaha atau berkaki panjang.


5. Kaki kecil
Pada studi yang sama, pria juga dilaporkan 4 kali lebih suka wanita yang kakinya kecil karena menurut mereka wanita berkaki kecil lebih feminin dan menarik.

6. Pinggangnya kecil
Studi di atas juga mengungkapkan wanita yang berpinggang kecil dikatakan 11 kali lebih menarik. Menurut studi tersebut, pria diduga mengaitkan kondisi pinggang itu dengan masa kecil si wanita yang sehat dan gen yang lebih baik.

7. Wanita bekerja itu seksi
Pendapat pria tentang wanita yang berprofesi telah bergeser. Kini menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Sociology, sebagian besar pria mengklaim pasangan idealnya adalah wanita yang bisa mengangkat kondisi ekonominya sendiri atau dengan kata lain wanita yang bekerja.

8. Berpendidikan tinggi
Pria dilaporkan lebih bahagia ketika memiliki pasangan yang berlatar pendidikan tinggi atau minimal memadai. Tapi pada waktu yang bersamaan, pria juga merasa kurang puas dengan kehidupan pernikahannya ketika sang istri menjadi pencari nafkah utama dalam keluarga. Hal ini dikemukakan sebuah studi yang ditampilkan dalam Journal of Sex Research.

9. Memakai baju merah
Dalam sebuah studi, peneliti meminta para pria menilai daya tarik seorang model. Sang model diminta mengenakan baju berwarna merah dan putih atau fotonya diberi latar belakang merah maupun putih. Sesuai dugaan, pria menilai setiap foto yang mengandung warna merah dianggap lebih menarik secara seksual daripada foto lainnya.

10. Lebih muda
Pria merasa lebih bahagia dengan hubungan dan kehidupan seksualnya ketika pasangannya berusia 2-4 tahun lebih muda dari mereka.

sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/10/190023/2114577/763/ini-dia-10-ciri-wanita-sempurna-di-mata-pria?991104topnews

Tak Tahan Diejek, Gadis 9 Tahun Ini Turunkan Berat Badan Hingga 66 Kg


Di usianya yang baru 9 tahun, Breanna Bond memiliki berat 84 kg yang membuatnya kesulitan untuk bernapas dan bergerak dengan bebas. Kondisinya tersebut kontan membuat gadis California tersebut menjadi bahan ejekan temannya di sekolah.

"Semua teman di sekolah selalu memanggil saya lemak atau kepala gemuk dan hal ini sangat membuat saya terganggu dan rendah diri," ungkap Breanna perihal perasaannya.

Breanna lahir dengan berat lahir yang cukup besar dan terus menerus bertambah, bahkan ketika masuk TK, berat Breanna telah mencapai 45 kg. Hal ini membuat Breanna tidak bisa ikut bermain bersama teman-teman sebayanya karena permainan biasanya melibatkan aktivitas fisik yang tinggi.

"Kami telah memeriksakan kondisi Breanna ke dokter untuk mengetahui apakah ada alasan medis di balik kegemukan yang dialami putri kami. Dokter telah melakukan berbagai tes seperti pengujian tiroid, diabetes, alergi dan sebagainya, tetapi hasilnya negatif," terang Heidi Bond, ibu Breanna.

Keluarga Bond memutuskan untuk menangani hal ini sendiri tanpa bantuan dokter. Heidi kemudian merancang suatu bentuk latihan rutin untuk putrinya dan seluruh keluarga, yang dimulai dengan berjalan mengelilingi komplek perumahan tempat tinggalnya sejauh 6 km setiap harinya.

"Kami selalu melakukan latihan ini meski terhalang cuaca sekalipun. Malam hari, di tengah hujan lebat, dan kabut pun tidak menghalangi langkah kami sekeluarga untuk membantu menurunkan berat badan Breanna," kata Heidi seperti dilansir abcnews, Selasa (11/12/2012).

Tidak lama setelah keluarga Bond memulai rutinitas latihannya, Breanna telah kehilangan 16 kg dan dalam waktu kurang dari satu tahun, berat badannya turun hingga 66 kg.

Selain melakukan latihan rutin tersebut, Breanna juga mengikuti diet dengan membatasi asupan lemak hingga 20 gram per hari. Breanna juga mulai menggunakan treadmill di rumahnya selama 1 jam 15 menit setiap harinya.

Breanna kini juga telah dapat berpartisipasi dalam kegiatan basket dan bergabung dengan tim renang sekolah.

"Hal yang memotivasi saya untuk mnurunkan berat badan adalah saya ingin terlibat dalam permainan yang biasa dilakukan oleh teman-teman saya di sekolah dan saya ingin bergerak lebih bebas," kata Breanna.

Menurut Heidi, kisah Breanna dapat memberikan inspirasi bagi anak-anak yang mengalami masalah dengan berat badan di seluruh dunia. Heidi juga menawarkan 3 tips bagi orang tua lain yang sedang berupaya menurunkan berat badan anaknya yaitu dengan memulai aksi sesegera mungkin, berolahraga rutin dan menerapkan kebiasaan makan yang sehat.


Before and after: Breanna, age nine, weighed 186lbs at her heaviest (left); now, after her mother helped her begin excising, she weighs 121lbs (right) - no longer at risk of type two diabetes or cardiovascular disease
Before and after: Breanna, age nine, weighed 186lbs at her heaviest (left); now, after her mother helped her begin excising, she weighs 121lbs (right) - no longer at risk of type two diabetes or cardiovascular disease
Before and after: Breanna, age nine, weighed 186lbs at her heaviest (left); now, after her mother helped her begin exercising, she weighs 121lbs (right) - no longer at risk of  type two diabetes or cardiovascular disease


Teased and tormented: To get Breanna, was was called 'fatty' at school, to exercise, her mother Hedi Bond made it a family activity; and the little girl's weight slowly dropped off
Teased and tormented: To get Breanna, was was called 'fatty' at school, to exercise, her mother Hedi Bond made it a family activity; and the little girl's weight slowly dropped off
Healthy and active: Now, six pounds from her goal weight, Breanna exercises for an hour seven days a week, and has joined a swim team (left), a competitive cheer team (right) and a basketball team to stay active
Healthy and active: Now, six pounds from her goal weight, Breanna exercises for an hour seven days a week, and has joined a swim team (left), a competitive cheer team (right) and a basketball team to stay active
Healthy and active: Now, six pounds from her goal weight, Breanna exercises for an hour seven days a week, and has joined a swim team (left), a competitive cheer team (right) and a basketball team to stay active



 sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/11/113007/2115043/763/tak-tahan-diejek-gadis-9-tahun-ini-turunkan-berat-badan-hingga-66-kg?991104topnews

Sunday, July 14, 2013

Kaki Gadis Kecil Ini Diamputasi Untuk Mengganti Tulang Punggung


Seorang gadis kecil berusia 5 tahun dilahirkan dengan kelainan langka yang disebut spinal segmental dysgenesis. Kondisi ini membuatnya kehilangan 5 ruas tulang tulang punggungnya sepanjang 10 cm. Akibatnya, dia tidak mampu menggerakkan dan merasakan kedua kakinya.

Gadis kecil bernama Rosie Davies asal Inggris ini juga mengalami efek samping yang mengancam nyawanya. Kehilangan tulang punggung membuat bagian atas tubuhnya kurang mendapat dukungan. Organ dalamnya sedikit demi sedikit dihancurkan oleh tubuhnya sendiri.

Jika dibiarkan begitu saja, organ dalam tubuhnya akan hancur. Hasil pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa ginjal Rosie sudah menampakkan tanda-tanda kerusakan. Oleh karena itu, dokter mengambil langkah cepat, yaitu memotong kakinya untuk mengganti tulang punggung.

Rosie Davies, now faces a brighter future after surgeons amputated her lower legs and supported her reconstituted spine
Dalam waktu 13 jam, dokter mengamputasi bagian kaki di bawah lutut. Tulang kaki ini akan dipasang mengisi celah celah di tulang punggungnya. Batang logam ditambahkan untuk melekatkan tulang belakang bagian atas dan pinggul, agar dapat memberikan dukungan tambahan.

Sang ayah, Scott, sangat bersukur karena dokter telah memperpanjang harapan hidup anaknya menjadi sama dengan anak-anak lain pada umumnya. Operasi ini juga akan membantu Rosie menghidupkan kembali indra di kakinya. Ia akan dapat berjalan nantinya dengan bantuan kaki palsu.

"Apa yang dia ingin lakukan hanyalah menjadi seperti kakaknya, naik sepeda seperti kakaknya, berjalan seperti kakaknya," kata sang ibu, Mandy seperti dikutip dari Medical Daily, Senin (10/12/2012).

Operasi yang dijalani Rosie di Birmingham Children's Hospital untuk mengobati penyakitnya ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Eropa. Prosedur yang sama pernah dilakukan di Selandia Baru 10 tahun yang lalu.


Rosie as a baby
Rosie Davies was born with a rare spinal condition (pictured left as a baby). She now faces a brighter future after surgeons amputated her lower legs and supported her reconstituted spine
Rosie's mother said the young girl had never considered herself to be disabled, and would always find away around obstacles
Rosie's mother said the young girl had never considered herself to be disabled, and would always find away around obstacles

Rosie with big sister Mia. Her mother said she would one day like Mia to teach her how to walk
Rosie with big sister Mia. Her mother said she would one day like Mia to teach her how to walk

Rosie received a bone graft from one of her amputated legs. Metal scaffolding was then implanted to support the spine
Pioneering: Rosie received a bone graft from one of her amputated legs. Metal scaffolding was then implanted to support the spine


 sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/10/080108/2113613/1202/kaki-gadis-kecil-ini-diamputasi-untuk-mengganti-tulang-punggung

Saturday, July 13, 2013

Mengapa Banyak Remaja Gunungkidul Nikah Muda?


Menikah di usia muda banyak ruginya bagi para remaja, khususnya remaja putri yang akhirnya banyak kehilangan kesempatan untuk sekolah lebih tinggi. Sayangnya kasus semacam ini masih banyak terjadi, contohnya di Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta.

Kurangnya informasi dan pemahaman tentang kesehatan seksual dan reproduksi serta hak-hak yang menyertainya membuat sebagian remaja di Gunungkidul melakukan hubungan seks di usia sangat muda. Akibatnya banyak yang mengalami kehamilan tidak diinginkan dan terpaksa harus menikah di usia yang masih belia.

Data Kantor Pengadilan Agama Kabupaten Gunungkidul tahun 2012 menunjukkan, permohonan dispensasi pernikahan mengalami peningkatan dari 80 kasus pada 2010 menjadi 145 pada 2011. Rentang usia para pasangan yang mau menikah berkisar antara 16 hingga 21 tahun.

Demikian juga menurut hasil pencatatan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Gunungkidul. Catatan PKBI menunjukkan, dari 366 kasus kehamilan tidak diinginkan di kabupaten tersebut sepanjang tahun 2010, sebanyak 31,96 persen di antaranya dialami oleh remaja usia 11 hingga 19 tahun.



Bukan hanya tersaji dalam angka, gambaran soal tingginya kasus nikah muda dan berbagai masalah yang menyertainya juga ditampilkan dalam sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Women Research Institute. Film berjudul Penuhi Hak Reproduksi Remaja dengan durasi sekitar 17 menit ini menampilkan berbagai masalah pada pasangan nikah muda di daerah yang terkenal tandus tersebut.

"Informasi tentang kesehatan reproduksi masih banyak yang belum paham. Banyak yang mengira hubungan seks tidak akan bikin hamil karena 'cuma sekali kok' atau 'cuma melakukannya malam hari kok'," kata Sita Aripurnami, MSc, Direktur Eksekutif Women Research Institute dalam seminar dan pemutaran film dokumenter 'Mengakhiri Pernikahan Dini dan Mengurangi Angka Kematian Ibu' di Hotel Crowne Plaza Jakarta, Rabu (12/12/2012).

Menurut Sita, pernikahan di usia muda bukan hanya merampas kesempatan untuk mendapat pendidikan dan pekerjaan yang lebih layak. Lebih dari itu, punya anak pada usia di bawah 20 tahun juga rentan memicu kematian ibu melahirkan akibat berbagai masalah kesehatan termasuk pre-eklampsia.

sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/12/150745/2116621/1301/mengapa-banyak-remaja-gunungkidul-nikah-muda?991104topnews

Kena Sindrom Langka, Lidah Balita Ini Terus Tumbuh dan Memanjang


Malang benar nasib si kecil Olivia. Sejak lahir ia sudah didiagnosis dengan sindrom langka, yang menyebabkan lidahnya tak berhenti tumbuh dan terus memanjang. Kondisi ini membuat Olivia tak dapat makan dengan normal juga tak bisa bicara.

Olivia Gillies hampir tercekik oleh lidahnya sendiri yang mengalami akselerasi pertumbuhan dan terus memanjang. Kondisi ini disebabkan oleh Beckwiths Wiedemann Syndrome.

Karena lidah yang memanjang, setiap orang asing yang melihatnya selalu mengira Olivia sedang mengejek karena terus menjulurkan lidah. Padahal lidahnya yang terus tumbuh memang tidak muat di mulut mungil Olivia, sehingga harus terus terjulur.

Dokter sebenarnya sudah mengetahui ada gangguan pertumbuhan yang tidak biasa di tubuh Olivia sejak ia masih dalam kandungan. Hasil sonografi menunjukkan bahwa lidah Olivia membesar secara abnormal.

"Rasanya seperti ada yang menjatuhkan bom. Kami diperingatkan bahwa lidahnya 3 kali lebih besar dari ukuran bayi baru lahir biasa dan akan terus berkembang. Tak ada yang bisa memberitahu akan sebesar apa jadinya. Kami sangat ketakutan," ujar sang ibu, Emma Gillies (27 tahun), yang berasal dari Welwyn Garden City, Hertfordshire, seperti dilansir Dailymail, Selasa (11/12/2012).

Emma telah memesan jadwal operasi caesar pada usia kehamilan 38 minggu. Sayangnya, air ketuban Emma pecah sebelum jadwal yang dipesan dan ia harus dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat pada 3 Maret 2010.

Ibu lima anak ini tak bisa langsung melihat putri kecilnya setelah dilahirkan karena ia langsung dilarikan ke perawatan bayi untuk memeriksa napasnya. Tapi suaminya segera mengambil gambar Olivia dan memperlihatkannya pada Emma.

"Hati saya langsung 'meleleh'. Ya lidahnya sangat besar dan menonjol dari mulutnya. Tapi dia cantik seperti anak-anak saya yang lain dan saya tidak sabar untuk memeluknya," kenang Emma.

Ukuran lidah Olivia yang besar membuat mulutnya tak bisa menempel di payudara ibunya, sehingga si kecil ini harus makan menggunakan bantuan tabung makan dan harus dirawat di rumah sakit selama enam minggu pertama kehidupannya.

Lidah yang panjang membuat Olivia kesulitan bernapas, karena itu ia pun harus segera mendapatkan pertolongan melalui operasi tracheotomy, yaitu dengan memotong lubang di leher untuk mengakses tenggorokan yang membantunya bernapas.

Pasca operasi Olivia tetap harus menggunakan ventilator sampai napasnya stabil dan dirawat di rumah sakit sampai ia cukup sehat untuk menjalani operasi pertama pengurangan lidah pada September 2010, ketika ia baru berusia 6 bulan.

Ia pun akhirnya diizinkan pulang empat bulan kemudian setelah berusia 10 bulan. Tapi meski sudah operasi, lidah Olivia masih tumbuh dengan pesat hingga menempatkan hidupnya pada risiko. Ia pun dijadwalkan untuk operasi kedua pada Maret 2011.

"Itu membuat frustrasi baginya karena dia tidak bisa makan atau berbicara tapi dia mulai belajar bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan kami dan saudara-saudara perempuannya," ujar sang bunda.

Menurut ibunya, yang terburuk adalah ketika melihat orang lain yang menatapnya. Orang akan berpikir Olivia anak yang kurang ajar karena terus mengejek dan menjulurkan lidah.

"Olivia adalah gadis kecil manis yang tidak akan pernah bermimpi menjadi kasar atau kurang ajar, tapi lidahnya telah tumbuh begitu besar. Dia tidak bisa menutup mulutnya apalagi tersenyum, berbicara atau makan. Ketakutan terbesar kami adalah dia bisa mati lemas," lanjut Emma.

Beruntung, operasi pengurangan lidah yang kembali dilakukan di bulan Maret tahun ini dianggap sukses dan lidah Olivia akhirnya berhenti tumbuh. Dokter akhirnya bisa mencopot tracheotomy dan Olivia merasa sangat senang. Ia tidak bisa berhenti tersenyum. Dia juga belajar untuk makan dan berbicara.

"Kami tidak pernah mendengar hal (sindrom langka) seperti itu sebelumnya dan harus jujur itu terdengar seperti film horor. Tapi kami sangat senang bahwa operasi telah sukses karena Olivia memiliki senyum yang indah," tutup Emma.



Olivia Gillies was born withh Beckwiths Wiedemann Syndrome which causes accelerated growth in a particular area of the body - in her case, her tongue
Olivia Gillies was born withh Beckwiths Wiedemann Syndrome which causes accelerated growth in a particular area of the body - in her case, her tongue

Thanks to surgery little Olivia, pictured recently with mother Emma and father Ian, can smile for the first time
Thanks to surgery little Olivia, pictured recently with mother Emma and father Ian, can smile for the first time


Parents Ian and Emma Gillies
Brave Olivia
Mrs Gillies (left, with husband Ian) said: 'Olivia is the sweetest little girl you could meet'
Olivia had to be tube fed as she couldn't latch on to her mother's breast due to her over-sized tongue
Olivia's parents said they were terrified as doctors didn't know how large her tongue would ge


Mum Emma with Olivia when she was born
Emma Gillies with Olivia who can now smile for the first time
Mrs Gillies with Olivia just after her birth (left) and smiling today (right). Olivia had to be tube fed as she couldn't latch on to her mother's breast due to her over-sized tongue


Recovering: Olivia after having surgery on her tongue. Doctors think it has now stopped growing
Recovering: Olivia after having surgery on her tongue. Doctors think it has now stopped growing
 sumber (edan77.blogspot.com) :http://health.detik.com/read/2012/12/11/125643/2115171/763/kena-sindrom-langka-lidah-balita-ini-terus-tumbuh-dan-memanjang%22

Ilmuwan Berhasil Temukan Sakelar ANTI PIKUN


Sering lupa bukan saja mengesalkan, tapi kerap pula membuat malu. Sebutan pikun bukan tak mungkin bakal disandangkan.

Untungnya, peneliti dari Universitas Heidelberg, Jerman, baru-baru ini berhasil mengidentifikasi sel yang berfungsi sebagai 'sakelar' memori jangka panjang. Lewat penemuan itu diharapkan bisa membantu terapi permasalahan fungsi otak.

Para ilmuwan itu mengungkapkan, pengayaan mineral kalsium pada inti sel neuron mengatur sistem penyimpanan memori otak untuk jangka panjang.

Ada kemungkinan, sel 'sakelar' pada manula tidak lagi berfungsi secara sempurna, demikian penjelasan para ilmuwan. Mereka menambahkan, ini bisa jadi penjelasan berkurangnya kemampuan ingatan yang sering terjadi di usia tua.

'Sakelar' kalsium ditemukan saat mereka tengah menelusuri sinyal apa di otak yang bertanggung jawab bagi sistem penyimpanan memori jangka panjang.

Dengan menggunakan organisme model lalat (drosophila melanogaster), mereka menandai pusat pembelajaran otak serangga tersebut, agar zat kalsium tampak dan meneliti perubahan dalam proses pembelajaran.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan, adanya pengayaan kalsium saat proses pembelajaran. Sinyal ini diidentifikasi para peneliti sebagai penyebab program genetik yang mengendalikan produksi 'protein ingatan'.

Para ahli saraf berharap, penemuan perspektif baru ini bisa membantu terapi penanganan perubahan fungsi otak akibat usia tua atau karena penyakit. [ikh]



sumber | edan77.blogspot.com | http://teknologi.inilah.com/read/detail/2009577/ilmuwan-temukan-sakelar-anti-pikun#.Ud_uS9eE2RE

Friday, July 12, 2013

Hii, Telinga Wanita Ini Jadi Sarang Belatung


Catherine McCann sepertinya adalah seorang wanita yang mengalami hal paling mengerikan sekaligus menjijikan, bagaimana tidak, di dalam telinga wanita berusia 92 tahun itu ditemukan sekitar 57 belatung.

Menurut sebuah sumber, sekitar 57 belatung ditemukan tengah merangkak di telinga Catherine McCann (92 tahun) saat ia berada di sebuah rumah jompo yang mana keluarganya telah mengeluarkan biaya lebih dari 6.000 poundsterling setiap bulannya.

“Saya merasa ngeri, terkejut dan berpikir mengerikan, saya membayar semua uang untuk jenis perawatan seperti itu,” ujar sang suami John McCann (88 tahun).

Catherine diketahui memiliki penyakit Alzheimer’s stadium lanjut yang mana ia tidak bisa berbicara dan juga tidak mampu mengurus dirinya sendiri, karena itu sang suami mengirimnya untuk dirawat di sebuah rumah jompo. Namun uang yang sudah susah payah dikeluarkan membuat keluarga ini kecewa.

Para medis yang merawat Catherine percaya kondisi ini dimulai ketika ada seekor lalat yang masuk ke telinga dan meletakkan telur-telur tersebut hingga menetas menjadi 57 belatung.

Staf dari rumah jompo akhirnya membawa Catherine ke rumah sakit setelah melihat ia menggaruk dan menarik-naik telinganya. Ketika sampai di bangsal rumah sakit, satu belatung ditemukan merangkak keluar dari telinganya.

Rumah jompo tempat Catherine tinggal sebenarnya ingin mengobati infeksi yang disebabkan oleh membesarnya saluran telinga. Dan dokter telah memeriksanya sekitar 9 hari sebelum belatung-belatung tersebut ditemukan serta meresepkan obat tetes untuk menghilangkan penumpukan lilin di telinganya.

Namun keluarga mempertanyakan bagaimana Catherine bisa menerima pengobatan untuk telinga bagian kirinya jika selama ini di dalamnya terdapat berpuluh-puluh belatung.

Ahli bedah pun akhirnya mengeluarkan 57 belatung dari telinga Catherine, dokter pun membuat rekaman video untuk mendokumentasikan belatung tersebut. Ketika berhasil dikeluarkan dan dianalisis, para ahli menyimpulkan belatung tersebut telah ada di telinga Catherine selama 2-3 hari.(iyg)


Victim: Catherine McCann, 92, from Chicago, has severe Alzheimer's and because she is unable to speak or care for herself, her husband pays $10,000 a month for her to live in a skilled nursing home
Victim: Catherine McCann, 92, from Chicago, has severe Alzheimer's and because she is unable to speak or care for herself, her husband pays $10,000 a month for her to live in a skilled nursing home


Catherine McCann
Catherine McCann
Surgeons removed 57 maggots from Mrs McCann's ear, one of which was already crawling out, and made a videotape to document the infestation

Her husband John McCann said: 'I was horrified, shocked. I thought it was terrible. I'm paying all this money for that kind of care, my life savings ¿ no way'
Her husband John McCann said: 'I was horrified, shocked. I thought it was terrible. I'm paying all this money for that kind of care, my life savings ¿ no way'


 sumber | edan77.blogspot.com | : http://health.lintas.me/go/lintascafe.com/hii-telinga-wanita-ini-jadi-sarang-belatung/

Bahaya Radiasi Ponsel, Mulai Dari Kanker Otak Hingga Bunuh Sperma


bersikukuh bahwa ponsel tidak berbahaya.

Walau masih dalam perdebatan, tapi tak ada salahnya jika kita lebih bijaksana saat menggunakan ponsel untuk menghindari bahaya radiasinya. Seperti yang dikutip dari detikinet, ada beberapa penyakit yang mungkin bisa disebabkan oleh radiasi telepon genggam. Apa saja?

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbUT5OuyvX0Ww1R8hKfcRQZATO-4v9vVvhbVpa9VqqiQrO4wrZ5oyqk-aWGzxeFC7XTwYq7HiyptcAVRlTkTIc3ofsCBKzn7-VUcXf0iiklvlo86BMZkHwq6mTrN2TbUYAny5eFX78A2A/s374/Picture34.jpg

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyZ-OXkPrHyjqLQ1V7EvXEipg1cW7YwG38NhuxbOWiW5XunS1QzDVimAl3u9XI_YQhez_P0kNKyIwXJLVAORkO9AZskfdRdt_3MKrebEGTql2UkJRj41eXAO6rMcdCywaVDMJBmwjoeehl/s1600/Radiasi+hp+bahaya.jpg

1. Kanker Otak
World Health Organization (WHO) mengungkapkan radiasi ponsel dapat menyebabkan kanker otak. Radiasi ponsel dikategorikan sama dengan zat karsinogenik berbahaya seperti timbal, asap knalpot, dan kloroform. Penelitian dilakukan oleh tim yang terdiri dari 31 ilmuwan dari 14 negara, termasuk Amerika Serikat, menemukan cukup bukti untuk mengkategorikan radiasi ponsel sebagai sejenis zat berbahaya bagi manusia. Mereka menemukan bukti peningkatan glioma dan peningkatan resiko kanker otak akustik neuroma bagi pengguna ponsel.

2. Risiko Pada Anak
Laporan dari International EMF (Electromagnetic Field) Collaborative yang ditulis kelompok peneliti internasional pernah mengakui adanya kemungkinan munculnya kanker akibat terstimulasi penggunaan ponsel, terlebih bagi anak-anak. "Kami menyarankan perhatian yang lebih besar bagi anak-anak yang memakai ponsel karena jaringan otak mereka masih dalam tahap perkembangan," ujar Terry Svain dari Occupation and Environmental Cancer Committee.

3. Risiko Terhadap Ibu Hamil
Para peneliti di Yale University mempelajari efek radiasi yang dihasilkan dari perangkat genggam dengan melakukan percobaan kepada tikus yang sedang hamil. Studi ini untuk menentukan mengenai kemungkinan cacat perkembangan bagi bayi yang terkena paparan radiasi ponsel cukup lama.

Setelah melakukan sejumlah penelitian, kesimpulan sementara adalah paparan radiasi pada ponsel dalam jangka tertentu ternyata dapat menyebabkan bayi yang lahir mengalami dampak negatif pada otak, dan besar terkena risiko ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). ADHD sendiri merupakan gangguan perkembangan dalam peningkatan aktifitas motorik anak-anak hingga menyebabkan aktifitas anak-anak yang tidak lazim dan cenderung berlebihan.

4. 'Membunuh' Sperma
Para pakar di pusat kesehatan Cleveland Clinic, Amerika Serikat memaparkan, produksi sperma pada pria terpengaruh oleh frekuensi pemakaian ponsel. Semakin lama pria memakai ponsel, semakin besar kemungkinan produksi sperma mengalami gangguan. Kesimpulan tersebut diambil dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal 'Fertility and Sterility'.

Para peneliti melibatkan sampel sebanyak 361 pria dalam kurun waktu satu tahun. Menurut Dr. Ashok Agarwal yang memimpin penelitian ini, penurunan produksi sperma ini otomatis berpengaruh terhadap tingkat kesuburan pria dalam menghasilkan keturunan. Ia memaparkan, lelaki yang memakai ponsel dalam waktu empat jam atau lebih tiap harinya, mengalami produksi sperma yang sangat rendah.

Dilansir FoxNews, penurunan jumlah sperma ini diduga disebabkan oleh gelombang elektromagnetis ponsel. Meski demikian, seperti yang sering terjadi pada penelitian semacam ini, lagi-lagi belum ada bukti yang benar-benar pasti mengenai kesimpulan para dokter tersebut.

sumber | edan77.blogspot.com | : http://wolipop.detik.com/read/2012/12/14/070050/2118248/1135/bahaya-radiasi-ponsel-mulai-dari-kanker-otak-hingga-bunuh-sperma?w992201835

Thursday, July 11, 2013

koleksi lensa MATA BUATAN yang UNIK.. kamu bermata MINUS ? silahkan COBA .. ^__^



eyes
Take a look at these: A tray of example glass eyes on display at the medical shop of ocularist Gerhard Greiner who makes prosthetics for people who lost theirs
Take a look at these: A tray of example glass eyes on display at the medical shop of ocularist Gerhard Greiner who makes prosthetics for people who lost theirs

Delicate process: Mr Greiner hand-blows molten glass to create a sphere which form the base of the prostethic eye
Delicate process: Mr Greiner hand-blows molten glass to create a sphere which form the base of the prostethic eye

Getting a perfect match: Each eye takes about an hour to make because Mr Greiner painstakingly ensures the colour matches that of the patient
Getting a perfect match: Each eye takes about an hour to make because Mr Greiner painstakingly ensures the colour matches that of the patient
Stunning detail: Modern-day prosthetic eyes are often made to fit over a patient's current eyeball if in place or over a ball which has already been fitted into the eye socket
Stunning detail: Modern-day prosthetic eyes are often made to fit over a patient's current eyeball if in place or over a ball which has already been fitted into the eye socket
Seeing is believing: Mr Greiner inserts the new glass prosthetic into the eye of patient Helmut Sechser, who has come in for a replacement
Seeing is believing: Mr Greiner inserts the new glass prosthetic into the eye of patient Helmut Sechser, who has come in for a replacement
Starting the process: Mr Greiner holds a glass tube over a bunsen burner as he gets to work in his medical equipment shop in Munich
Starting the process: Mr Greiner holds a glass tube over a bunsen burner as he gets to work in his medical equipment shop in Munich

A small price to pay for renewed confidence: A bespoke glass eye prostheses typically costs about ¿350 ($457)
A small price to pay for renewed confidence: A bespoke glass eye prostheses typically costs about ¿350 ($457)

Taking shape: Mr Greiner creates the spherical appearance of the eye by delicately blowing air through molten glass
Taking shape: Mr Greiner creates the spherical appearance of the eye by delicately blowing air through molten glass

Mastered the art: Modern-day versions are typically a hollow half sphere that fits over the non-working eye if it still in place
Mastered the art: Modern-day versions are typically a hollow half sphere that fits over the non-working eye if it still in place
Amazingly realistic: Mr Greiner painstakingly ensures he gets the right colour for each patient and creates detailed drawing of the veins
Amazingly realistic: Mr Greiner painstakingly ensures he gets the right colour for each patient and creates detailed drawing of the veins
Melting point: Mr Greiner holds the glass eye over the bunsen burner so it becomes soft enough for him to mould into shape
Melting point: Mr Greiner holds the glass eye over the bunsen burner so it becomes soft enough for him to mould into shape
Clever science: If the patient has no existing eyeball, the prostethic is fitted over a ball that has been surgically implanted into the eye socket and attached to the muscles
Clever science: If the patient has no existing eyeball, the prostethic is fitted over a ball that has been surgically implanted into the eye socket and attached to the muscles
Something for everyone: A tray of glass eyes with different-coloured irises ready to be fitted to Mr Greiner's patients
Something for everyone: A tray of glass eyes with different-coloured irises ready to be fitted to Mr Greiner's patients
Giving hope to so many: Mr Greiner assesses a patient before fitting them a replacement glass eye in his Munich medical shop
Giving hope to so many: Mr Greiner assesses a patient before fitting them a replacement glass eye in his Munich medical shop
Time for a change: Mr Greiner looks through his examples of glass eyes during his meeting with patient Helmut Sechser
Time for a change: Mr Greiner looks through his examples of glass eyes during his meeting with patient Helmut Sechser
Out with the old: Mr Greiner removes the glass eye of patient Helmut Sechser as he prepares to replace it
Out with the old: Mr Greiner removes the glass eye of patient Helmut Sechser as he prepares to replace it
 So realistic: The ocularist compares two different former glass eyes of patient Helmut Sechser in his medical equipment shop in Munich
So realistic: The ocularist compares two different former glass eyes of patient Helmut Sechser in his medical equipment shop in Munich
In the palm of hand: Patient Helmut Sechser holds his old glass eye before being fitted with a new one
In the palm of hand: Patient Helmut Sechser holds his old glass eye before being fitted with a new one
Keeping it as back-up: Patient Helmut Sechser cleans his old glass eye with water before packing it away in a box
Keeping it as back-up: Patient Helmut Sechser cleans his old glass eye with water before packing it away in a box

Packed neatly away: The old glass eye of patient Helmut Sechser sits in a small box at the medical equipment shop of ocularist Gerhard Greiner in Munich
Packed neatly away: The old glass eye of patient Helmut Sechser sits in a small box at the medical equipment shop of ocularist Gerhard Greiner in Munich
Before: Patient Helmut Sechser looks in a mirror without his glass eye before being fitted for a new one
Before: Patient Helmut Sechser looks in a mirror without his glass eye before being fitted for a new one
After: Ocularist Gerhard Greiner (seen in mirror) looks at Mr Sechser's new glass eye
After: Ocularist Gerhard Greiner (seen in mirror) looks at Mr Sechser's new glass eye


 sumber | edan77.blogspot.com | : dailymail.co.uk