Showing posts with label Flora. Show all posts
Showing posts with label Flora. Show all posts

Friday, July 5, 2013

Aneh dan Langka...Anggur Brazil Ini Berbuah di Batang Pohon

Traveler biasanya melihat pohon anggur tumbuh merambat dengan buah yang banyak bergantungan. Namun di Brazil, turis akan melihat pohon anggur yang tumbuh langsung pada batangnya.

Ditengok dari Kuriositas, Kamis (4/7/2013), pohon ini bernama Jabuticaba. Ini adalah jenis pohon anggur Brazil dan bisa Anda temukan ditemukan di negara bagian Minas Gerias dan Sao Paulo, di selatan Brazil.

Buah jabuticaba tumbuh langsung menempel pada batang pohon. Inilah yang membuat penampilan pohon ini sangat tidak biasa. Buahnya berbentuk bulat dan berukuran kecil, sekitar seruas ibu jari. Sama seperti anggur, jabuticaba berkulit ungu, dengan daging buah seperti agar-agar merah muda dan berisi 1-4 biji.

Beda jabuticaba dengan buah anggur adalah anggur tumbuh menjalar pada ranting-ranting pohon. Sedangkan jabuticaba tumbuh bergerumul pada batang-batang besar pohon. Pohon ini mungkin berbunga dan berbuah hanya sekali atau dua kali setahun.

Namun jika selalu diairi, buah segar dapat tersedia sepanjang tahun di daerah tropis. Sebagian besar buah jabuticaba dimakan langsung segera setelah dipanen. Berliburlah ke Minas Gerias dan Sao Paulo untuk mencicipi buah anggurnya Brazil ini.

Hanya di sini traveler dapat mencicipi buah jabuticaba karena buah ini cepat membusuk dalam 3 sampai 4 hari. Sehingga warga setempat sering menggunakannya untuk membuat selai, kue tart, juga memfermentasikannya menjadi wine yang kuat.

Karena buah jabuticaba cepat membusuk, wisatawan akan sangat sulit menemukannya di pasar-pasar di luar daerah budidaya jabuticaba. Buah jabuticaba juga memiliki banyak kegunaan untuk pengobatan.

Secara tradisional, rebusan kulit buah yang telah dijemur ini bermanfaat untuk pengobatan asma, diare. Anda juga dapat berkumur dengan air rebusan ini untuk penyembuhan peradangan amandel. Buah ini memiliki antioksidan kuat dan senyawa anti kanker.


img

img 

img 

img


sumber | edan77.blogspot.com | http://travel.detik.com/read/2013/07/05/133551/2293659/1383/aneh-anggur-brazil-ini-berbuah-di-batang-pohon?vt22011381

Thursday, July 4, 2013

Keren...Anggrek Ini Terlihat Seperti Bebek Terbang

Bunga anggrek di Australia terlihat sangat unik. Hal itu dikarenakan, bunga anggrek itu seperti seekor bebek yang sedang mengepakkan sayapnya.

Bunga anggrek ini diberi nama “Flying Duck Orchid”. Bunga ini tampak seperti bebek kecil dengan kepala dan paruh yang terangkat tinggi ke atas dan sayap yang terbentang seperti ingin terbang.

Anggrek berjenis Caleana ini sangat unik, karena tidak bisa dibudidayakan. Pasalnya akar bunga ini tersambung dengan vegetatif jamur yang hanya ditemukan di alam liar negara Australia bagaian timur dan selatan.

Jamur tersebut melindungi bunga dari infeksi, dan tanpa adanya jamur disekeliling bunga tersebut, maka bunga anggrek unik ini tidak akan bertahan lama. Demikian dilansir Oddity Central, Kamis (4/7/2013).

Bunga ini hanya bisa tumbuh setinggi 50cm di habitat aslinya. Warna merah dan ungu pada bunga ini membantunya berbaur dengan baik di alam liar, sehingga anggrek unik ini hampir tidak terlihat.

Selain bunga anggrek Flying Duck Orchid ini sebelumnya ada bunga anggrek yang menyerupai wajah seekor monyet sedang tersenyum yang fotonya diposting beberapa minggu lalu. (AUL)

                    
 
sumber | edan77.blogspot.com | http://international.okezone.com/read/2013/07/03/214/831556/wow-anggrek-ini-terlihat-seperti-bebek-terbang

Wednesday, July 3, 2013

Petai Gergasi, REKOR PETAI TERBESAR di dunia !!!




Satu unting buat petai mungkin cukup untuk membuat sambel Petai untuk satu mangkok, Tapi kalo satu unting petai ini, mungkin bisa untuk membuat sambel petai untuk hajatan satu kampung. Bagaimana tidak, petai ini mempunyai ukuran super besar, panjangnya hingga satu setengah meter dengan berat buah mencapai 4 kilogram.

agus indonesia, Penemuan Petai Gergasi, Petai terbesar di Dunia ml buat unik

Petai ini namanya Petai Gergasi, ditemukan oleh salah seorang penduduk Malaysia di hutan Grik wilayah Perak malaysia. Sontak berita penemuan Petai terbesar ini membuat heboh seluruh Malaysia dan menjadi Headline news di berbagai surat kabar malaysia. gambar di atas diperoleh dari salah satu surat Kabar Malaysia bernama Star minggu.


sumber | edan77.blogspot.com | http://www.natural.co.id/penemuan-petai-gergasi-petai-terbesar-di-dunia.html

Thursday, June 6, 2013

Inilah Bukti Kecintaan Warga Mesir Terhadap Tumbuhan


Penghijauan adalah hal yang kerap dijadikan program diseluruh dunia. Sebab dengan cara itu semua tumbuhan dapat kita lestarikan.

Namun tidak semua orang menganggap itu serius dan seenaknya menebang pohon semaunya.
Namun hal unik dan menarik terkait penebangan pohon terjadi di Mesir.

Seseorang yang memiliki sebuah pohon kelapa di sebidang tanahnya tidak ingin dia tebang walaupun ingin membangun rumah. Alhasil terlihat hal yang unik pada saat pohon itu tumbuh besar. Karena ia seolah-olah menjadi tiang pada rumah tersebut.

Hal ini hanya terjadi di Mesir dan tidak di negara lain. Ia tetap konsisten pada pendirian dalam mempertahankan pohon yang menurutnya belum layak di tebang. Sehingga apa yang dilakukan orang yang memiliki rumah ini di Mesir patut di contoh untuk kita semua di dunia.

Rumah ini dapat menjadi salah propagada dalam upanya untuk melestarikan lingkungan guna menghindari lonsor, banjir dan polusi.

             

sumber | edan77.blogspot.com | http://unik-aneh.lintas.me/go/sekilasnews.com/bukti-kecintaan-warga-mesir-terhadap-tumbuhan

Inilah Asal Usul Jengkol jadi Makanan Rakyat

Baru-baru ini diberitakan harga jengkol melesat tinggi, melebihi harga daging ayam, telor dan sembako lain. Di Kota Bekasi misalnya, harga buah polong-polongan ini menembus Rp 50 ribu per kilogram atau naik 100 persen dari harga biasanya Rp 25 ribu per kilogram.

Harga jengkol ini bahkan lebih tinggi dari harga daging ayam boiler. Menurut data Kementerian Perdagangan, per 28 Mei, harga ayam boiler di pasaran sebesar Rp 26.122 per kilogram. Sementara harga telur ayam kampung Rp 35.127 per kilogram. Hebat bukan?

Nah, bicara jengkol, ada baiknya kita mengenal lebih dekat asal usul buah polong-polongan, yang bila dimasak digandrungi sebagian besar orang Indonesia ini.

Jengkol atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum, merupakan jenis tanaman khas wilayah tropis Asia Tenggara. Pohon ini bisa anda temukan di Indonesia, Malaysia, Myanmar dan Thailand. Di negara-negara itu pula biji jengkol diolah menjadi rupa-rupa menu makanan.

Di Indonesia, beberapa daerah memiliki istilah sendiri-sendiri untuk menyebut tanaman ini. Misalnya jengkol atau erring dipakai orang Jawa, lubi istilah orang Sulawesi, jariang untuk wilayah Minangkabau, jaring untuk daerah Lampung dan joring atau jering untuk daerah Batak.

Bagi orang Indonesia, biji pohon jengkol ini juga bisa diolah menjadi berbagai menu makanan. Misalnya dijadikan keripik, semur atau jenis kudapan lain.

Dalam buku "Sejarah Keraton Yogyakarta" cetakan 2009, penulis Ki Sabdacarakatama mengutip buku babad "Giyanti" tulisan Yosodipuro. Dia menyebut, pohon erring atau jengkol pernah digunakan sebagai patok cikal bakal calon kota Yogyakarta oleh Sultan Hamengku Buwono I, usai perjanjian Giyanti.

Namun demikian, makanan dari biji jengkol atau erring itu kurang popular bagi masyarakat Jawa. Jengkol lebih popular di kalangan masyarakat Betawi, Pasundan dan Sumatra. Bagi orang Sumatera jengkol cenderung dianggap sebagai makanan murahan.

Penyebabnya, biji jengkol bisa menimbulkan bau tak sedap pada napas dan sisa pencernaan. Pemakan jengkol sering menjadi korban ejekan dari sekelilingnya. Tapi uniknya, tetap banyak orang-orang yang makan jengkol.

Di Sumatera, pohon jengkol tumbuh di lereng-lereng pegunungan Bukit Barisan, pekarangan dan ladang-ladang penduduk. Orang Sumatera belum terbiasa membudidayakan tanaman jengkol. Mereka umumnya memperoleh biji-biji jengkol mentah dari tanaman liar di sekitar hutan atau yang tumbuh secara tak sengaja di ladang-ladang.

Begitu juga di Jakarta. Konon orang-orang Betawi banyak yang menanam pohon ini di pekarangan-pekarangan rumah. Misalnya di wilayah Pondok Gede dan Lubang Buaya. Sekarang dua daerah itu terkenal karena semur jengkolnya, yang disebut-sebut sebagai makanan khas orang Betawi.

Selama ini memang tidak ada catatan resmi sejak kapan Jengkol dikenal di tengah penduduk Indonesia ini. Jengkol agaknya sudah ada sepanjang umur peradaban manusia di Nusantara. Seperti dikatakan Sejarawan Jakarta JJ Rizal, jengkol ini bukan hanya dikenal di Jakarta, tapi juga di daerah lain di Indonesia.

"Tidak ada catatan resmi. Tapi jengkol sepertinya identik dengan makanan rakyat miskin, rakyat pinggiran. Makanan ini kan baunya tidak sedap, dianggap makanan sampah. Dulu mungkin orang kota tidak terlalu peduli, tapi sekarang sepertinya banyak yang suka," terangnya.

Menurut ahli botani asal Inggris, Isaac Henry Burkill (1935) lewat buku catatan berjudul; dictionnary of the economic products of the Malay peninsula, jengkol selain dipakai sebagai lauk pauk, juga dipakai untuk obat diare dalam dunia medis, bahan keramas rambut, dan bahan penambah karbohidrat.

Pohon jengkol berbuah secara musiman, antara November hingga Januari. Tanaman ini banyak ditemukan di Indonesia dan Malaysia. Tinggi pohon mencapai 26 meter, bisa hidup di dataran tinggi maupun rendah. Meski bisa dimakan, jengkol juga mengandung racun berasal dari asam jengkolat (L-Djengkolid acid).

Kasus keracunan jengkol di Indonesia pernah dilaporkan dokter peneliti Belanda, Van Veen dan Hyman. Hyman menulis buku yang menjadi rujukan medis terbit pada 1933 berjudul "on the toxic component of the djenkol bean". Dia menyebut pada zaman penjajahan Belanda dulu kasus keracunan jengkol banyak dialami orang-orang Jawa.

Namun demikian, dalam buku itu dia tidak mengungkap detail jumlah kasus. Dia lebih fokus pada penemuan asam jengkolat yang terkandung dalam jengkol dari penelitianya di Jawa.
[mtf]


                 
                      

sumber | edan77.blogspot.com | http://www.merdeka.com/peristiwa/asal-usul-jengkol-jadi-makanan-rakyat.html

Monday, June 3, 2013

Begini nih Cara Jepang MENGATASI masalah Pertanian..!!!

Jepang, seperti kebanyakan negara-negara lain di dunia, sedang mengalami masalah yang cukup rumit dalam sektor pertanian. Selain masalah ketersediaan lahan, permasalahan utama yang muncul di Jepang adalah semakin berkurangnya orang yang berminat untuk terjun dalam bidang pertanian sedangkan rata-rata orang yang bekerja sebagai petani kini sudah semakin menua. Imbasnya produk pertanian mereka tidak mampu menutupi kebutuhan dalam negerinya sendiri. Jepang hanya mampu memproduksi sekitar 40% dari kebutuhan produk pertanian negaranya. Untuk mengatasi permasalahan ini berbagai pihak di Jepang berusaha menempuh berbagai cara, terutama melalui bidang keahlian mereka yaitu teknologi.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaum muda sekarang sangat jarang ada yang tertarik untuk menggeluti dunia pertanian. Di Jepang sendiri saat ini jumlah orang yang bekerja dalam bidang pertanian bisa dikatakan sangat minim. Satu keluarga petani di Jepang, umumnya beranggotakan 4 orang anggota keluarga, biasanya harus mengurus puluhan hektar lahan, bahkan di beberapa daerah mereka harus mengurusi lebih dari 100 hektar lahan. Dengan usia para petani di Jepang yang umumnya tak lagi muda, hal ini tentu saja menjadi sebuah masalah yang serius.

Berbagai pihak, terutama dari kaum akademis dan produsen peralatan pertanian, sangat menyadari akan permasalahan besar yang tengah melanda Jepang ini. Mereka kemudian bahu-membahu mencari solusi untuk mengatasinya. Salah satunya adalah kerjasama antara Yanmar dan Universitas Hokkaido untuk menghasilkan mesin pertanian yang mampu bekerja tanpa digerakan oleh manusia. Produk purwarupanya sendiri telah diuji cobakan di sebuah lahan di Sapporo dan Tsukaba pada sekitar akhir 2012 lalu.

Mesin yang saat itu diuji cobakan antara lain mesin pembajak tanah dan pemanen padi. Kedua mesin itu bekerja secara otomatis bedasarkan data yang telah diinput dan menggunakan teknologi GPS sebagai pemandunya dengan margin kesalahan dibawah 10 cm. Prof. Noboru Noguchi dari Universitas Hokkaido berharap produk ini nantinya akan mampu membantu petani untuk melakukan pekerjaan bertani tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Uji coba ini sendiri selain untuk menilai sejauh mana efektivitas mesin ini, juga ditujukan untuk menjawab keraguan publik akan keamanan teknologi ini.

Teknologi ini awalnya dianggap berbahaya karena ada kemungkinan mesin ini akan menabrak orang atau benda lain yang berada di jalurnya saat mesin tersebut bekerja. Namun lewat sebuah demonstrasi, tim pengembang berhasil menghilangkan keraguan itu dan menunjukan betapa amannya mesin ini berkat teknologi sensor yang mereka pasang. dengan dua macam sensor yang mereka gunakan, mesin-mesin ini akan berhenti secara otomatis dan membunyikan klakson sebagai peringatan jika mendeteksi adanya penghalang pada jarak hingga 30 meter. Pihak pengembang sendiri menyatakan walau telah cukup puas dengan kinerja mesin ini namun masih berencana untuk membuat tampilan mesin menjadi lebih ringkas sebelum dipasarkan.

Menariknya ternyata bukan hanya pihak luar saja yang bekerja keras untuk membantu kinerja para petani. Para petani di Jepang sendiri secara sadar mulai mengembangkan diri untuk meningkatkan kualitas pekerjaannya, Penggunaan GPS sekarang mulai marak dikalangan petani di Jepang untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pekerjaan mereka. Selain itu mereka sering mengadakan diskusi-diskusi untuk mengembangkan peralatan pertanian mereka agar menjadi lebih praktis.

Berkat kesadaran berbagai pihak di Jepang, pertanian di Jepang kini secara perlahan mulai mengarah kejalur yang lebih baik. Berbagai teknologi yang menjadi keunggulan mereka diberdayakan secara optimal untuk menunjang kemajuan pertanian. Seorang teman saya yang asli Jepang bahkan berujar, "Tak lama lagi lahan pertanian di Jepang tak akan berhenti menghasilkan produk terbaiknya, bahkan ketika si petani sedang tertidur lelap".



sumber | edan77.blogspot.com | http://tobeeinspired.blogspot.com/2013/06/mengintip-usaha-jepang-mengatasi.html