"Jangan pernah sepelekan apapun kondisi anak, jika ia mengalami sesuatu, seperti demam, itu pertanda tubuhnya sedang tidak dalam kondisi sehat. Apalagi kalau sampai anak kejang," kata dr Emma Nurhema SpA, dokter spesialis anak RSUP Persahabatan kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (5/6/2013).
Kejang saat demam ataupun kejang tanpa disertai demam memerlukan penanganan serius. Saat mengalami kejang, terjadi gangguan di otak akibat gangguan oksigenasi. Nah, apabila hal ini terjadi secara berulang, akan berisiko mempengaruhi tumbuh kembang anak.
Menurut standar medis, biasanya dokter akan meresepkan obat diazepam sesuai dosis apabila mendapati pasien anak yang mengalami kejang. Langkah terbaik adalah mengukur suhu tubuh anak secara teratur bila mengalami demam. Jadi orang tua dapat mengantisipasi agar serangan kejang tidak terulang.
"Kejang merupakan kondisi yang mengakibatkan seluruh kegiatan di otak anak berhenti, termasuk pasokan oksigennya. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berlanjut hingga hipoksia. Hipoksia yaitu kondisi gejala kekurangan oksigen pada jaringan tubuh, ini yang berbahaya. Sebab, pada kasus yang fatal dapat berakibat koma, bahkan kematian. Segera bawa ke dokter jika anak mengalami kejang," wanti dr Emma.
sumber | iniunic.blogspot.com | http://health.detik.com/read/2013/06/05/154550/2265789/775/gejala-penyakit-pada-anak-yang-tak-boleh-disepelekan?991104topnews
No comments:
Post a Comment